Malang, 15 Mei 2026 – Pesantren Digipreneur Al Yasmin melakukan kunjungan silaturahmi ke Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada Senin (11/5). Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antarpesantren dalam menyiapkan generasi santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kemandirian di era digital.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda silaturahmi formal, tetapi juga ruang diskusi mengenai pengembangan pendidikan pesantren berbasis digital dan kewirausahaan. Dari pertemuan tersebut, kedua lembaga membuka peluang kolaborasi nyata yang dapat dikembangkan bersama ke depan.






Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, H. Helmy M. Noor menyampaikan bahwa Al Yasmin lahir dari semangat untuk mencetak santri yang tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki kemampuan dan kemandirian ekonomi melalui bidang digitalpreneur.
“Al Yasmin hadir untuk menjadi jembatan bagi para santri agar potensi dan hobi digital yang mereka miliki dapat berkembang menjadi profesi yang bermanfaat dan mandiri,” ujar Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, H. Helmy M. Noor.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang selama ini ia peroleh dari lingkungan pesantren menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk pentingnya kemampuan komunikasi dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.
Sementara itu, Pengasuh Pesma Al-Hikam Malang, K.H. Drs. Mohamad Nafi’ mengapresiasi langkah Pesantren Digipreneur Al Yasmin dalam memadukan nilai pesantren, teknologi digital, dan kewirausahaan dalam satu sistem pendidikan.
Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital menjadi tantangan yang harus direspons secara serius oleh dunia pesantren agar santri tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Pesantren berbasis digital saat ini menjadi kebutuhan penting. Kehadiran Al Yasmin memberikan warna baru dalam pengembangan pesantren dengan menghadirkan bekal kewirausahaan digital yang nyata bagi santri,” ujar Pengasuh Pesma Al-Hikam Malang, K.H. Drs. Mohamad Nafi’.
Ia juga menegaskan kesiapan Pesma Al-Hikam Malang untuk mendukung dan membantu pengembangan misi pendidikan yang dijalankan Pesantren Digipreneur Al Yasmin.
Di balik lahirnya Pesantren Digipreneur Al Yasmin, H. Helmy M. Noor dikenal sebagai “khadam” dari almagfurlah K.H. Hasyim Muzadi, pendiri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. Dari kedekatan tersebut, Helmy mendapatkan dawuh yang hingga kini menjadi pedoman hidupnya.
“Hel, tekunono opo sing mbok lakoni saiki (videograger), insyaallah dadi penguripan (Hel, tekuni apa yang kamu kerjakan sekarang, insyaallah jadi sumber kehidupanmu,” pesan almagfurlah K.H. Hasyim Muzadi kepada Helmy.
Pesan untuk menekuni dunia dokumentasi dan penyuntingan itu kemudian menjadi fondasi perjalanan Helmy di bidang digital. Amanah tersebut juga disempurnakan dengan pesan untuk menularkan ilmu yang dimiliki kepada para santri ketika telah mencapai keberhasilan.
Nilai inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar berdirinya Pesantren Digipreneur Al Yasmin dalam mencetak generasi santri yang siap menghadapi tantangan era digital. (fitrah)





