Khofifah Resmikan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin: Anti Mainstream tapi Jadi Kebutuhan

Surabaya, – Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pondok Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, Senin (10/11/2025) malam. Ia mengatakan, Pesantren Digipreneur Al-Yasmin merupakan pesantren anti-mainstrem yang menjadi kebutuhan masa depan.   “Kita bersyukur ada pesantren anti-mainstream, karena tidak ada pesantren yang membolehkan santrinya membawa gawai, tapi pesantren ini justru santrinya tidak mungkin tanpa pegang gawai,” katanya.

Peresmian Pondok Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/ Dok. Al-Yasmin)

Peresmian pesantren yang beralamat di Jalan Pagesangan Baru VIII No.17, Pintu Barat, Jambangan atau sebelah Utara Masjid Al-Akbar Surabaya ini dimeriahkan dengan pertunjukan konfigurasi drone (drone light show). Hadir dalam acara itu di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Gubernur Khofifah mengatakan, konsep anti-mainstream di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin justru menjadi kebutuhan masa depan di era dunia yang tanpa batas. Menurutnya, kehadiran pesantren ini justru menjadi respons untuk mencetak santri yang siap menjawab tantangan zaman.

“Ini respons pesantren dalam menghadapi dunia yang sarat dunia digital dan entrepreneur, sekaligus respons agama untuk perkembangan digital yang sekarang ditandai AI (artificial intellegent),” ucapnya.   Ia menuturkan, masyarakat saat ini masih banyak yang terkecoh dengan perkembangan digital, seperti mengira AI itu riil padahal senyatanya tidak. Menurutnya, perkembangan AI bisa dimanfaatkan untuk kehidupan, seperti operasi kedokteran di Surabaya dengan bimbingan spesialis dari luar negeri yang memandu dari jarak jauh lewat AI.   “Jadi, apa yang dilakukan Mas Helmy M Noor (Founder Pesantren Digipreneur Al-Yasmin) ini menerobos zaman,” katanya.

Dirinya menegaskan, persoalan digital memang harus dikondisikan dengan baik. Hal tersebut agar perkembangan digital yang demikian pesan dan menjadi realitas kehidupan dapat memberi manfaat untuk efisiensi dan efektifitas di dunia.   Ia menambahkan, kemajuan zaman juga bisa dikembangkan dalam digital-entrepreneur, seperti untuk bidang pertanian, peternakan, dan sebagainya. “Karena itu, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan sejumlah universitas luar negeri di bidang digital IT,” katanya.   Sementara itu, Founder Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H Helmy M Noor, menjelaskan pesantren ini memang berkonsep digipreneur, yakni digital dan entrepreneurship, yang dikelola oleh Yayasan Santri Milenial Indonesia (Yasmin).   “Pesantren yang kami rintis sejak 2021 itu merupakan cita-cita lama sejak 25-an tahun lalu atas spirit yang ditanamkan almaghfurlah KH A Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU 2000-2010),” ujar pria yang juga Ketua LTNNU Jatim ini.   Kala itu, Kiai Hasyim Muzadi pernah menyampaikan agar pengetahuan tentang dunia digital ditekuni dan ditularkan kepada yang lain, khususnya kalangan santri. Bahkan, ia pernah diajak Kiai Hasyim Muzadi ke sebuah kampus di India yang memiliki studio cukup besar, yang melahirkan aktor-aktris dunia dari Bollywood.   “Program pesantren ini memang untuk santri yang bertalenta khusus, seperti public speaking, desain grafis, musik, digital marketing, pertanian digital, konten kreator, media, advertising digital, dan keterampilan khusus bertema digital lainnya,” pungkasnya.

Source : https://jatim.nu.or.id/metropolis/khofifah-resmikan-pesantren-digipreneur-al-yasmin-anti-mainstream-tapi-jadi-kebutuhan-CbzkD

Share this :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *