Al Yasmin dan FKPQ Jatim Bekali Guru Ngaji dengan Skill Digital dan AI

SURABAYA — Perkembangan teknologi digital membuka ruang yang semakin luas bagi dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. Melihat peluang tersebut, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya bersama DPW Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Intensif Digital Dakwah & Personal Branding pada 26–27 September 2026.

Mengusung tema “Optimalisasi AI untuk Publikasi & Promosi Pendidikan Al-Qur’an”, workshop ini menjadi ruang belajar bagi para guru ngaji dan pengelola lembaga pendidikan Al-Qur’an untuk meningkatkan keterampilan komunikasi sekaligus mengoptimalkan teknologi digital dalam aktivitas dakwah.

Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Digipreneur Al Yasmin tersebut diikuti sekitar 30 peserta dari sejumlah PC FKPQ di Jawa Timur, di antaranya Nganjuk, Ponorogo, Malang, Madiun, Gresik, Kediri, Mojokerto, dan Blitar.

Kolaborasi FKPQ Jawa Timur dan Al Yasmin ini turut melibatkan Aksi Academy dalam penguatan materi dan praktik. Workshop menghadirkan tiga pemateri, yakni Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom.I., Setya Ardhianta, M.M., dan Wempy G.S., S.Si. dari Aksi Academy.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai public speaking, personal branding, hingga pemanfaatan AI untuk konten dakwah. Tidak hanya menerima materi, peserta juga langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari, mulai dari latihan berbicara di depan umum hingga menyusun prompt yang efektif untuk membantu menghasilkan ide dan materi konten sesuai kebutuhan dakwah.

Bagi Nur Khanif, peserta dari FKPQ Kabupaten Gresik, workshop tersebut menjadi kesempatan untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus melihat bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam aktivitas syiar Al-Qur’an.

“Luar biasa acara dua hari satu malam ini. Dengan ini saya bisa mengikuti perkembangan teknologi dan bagaimana itu bisa diimplementasikan bagi diri saya sendiri maupun organisasi dalam syiar Al-Qur’an,” ungkapnya.

Nur Khanif juga berharap kesempatan belajar digital seperti ini dapat semakin banyak diberikan kepada generasi yang lebih senior.

“Saya harap generasi tua seperti saya dapat lebih banyak mendapatkan kesempatan belajar digital seperti ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Al Yasmin dan FKPQ Jawa Timur mendorong para pengajar Al-Qur’an untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah.

Bagi Al Yasmin, pemanfaatan teknologi dan AI diharapkan menjadi wasilah untuk menghadirkan syiar Al-Qur’an yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus relevan dengan generasi yang aktif di ruang digital.

Share this :